CDFB36E6-D4DA-4469-B45A-7BE05B31FACB

Menkes dan Mendagri Beri Penghargaan Swasti Saba untuk Kabupaten Kota Sehat

Hari ini Menkes Terawan Agus Putranto dan Mendagri Tito Karnavian memberikan penghargaan Swasti Saba untuk Kabupaten Kota Sehat, di kantor Kemendagri, Jakarta. Penghargaan diberikan kepada 6 Gubernur, 177 Bupati dan Walikota serta 3 orang motivator dari tim pembina yang aktif mengkoordinasikan dan membina seluruh forum Kabupaten/Kota di wilayah provinsinya untuk menyelenggarakan kabupaten/kota sehat.
Dalam sambutannya Menkes berharap agar momentum, pemberian penghargaan ini memberi manfaat dan pemahaman yang sama akan arah dan kebijakan pembangunan kesehatan di seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia menuju Indonesia Sehat.
Program KKS bertujuan agar tercapai kondisi Kabupaten Kota bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi warganya dengan cara terlaksananya berbagai program-program kesehatan dan sektor lain sehingga dapat meningkatkan sarana, produktivitas dan perekonomian masyarakatnya.
Perlu diketahui bahwa penghargaan Kabupaten Kota Sehat (KKS) bukanlah sebuah lomba melainkan apresiasi pemerinta pusat pada pemerintah daerah yang sudah menyelenggarakan KKS sesuai Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor 34 tahun 2005 dan Nomor:1138/Menkes/PB/VIII/2005.
Penyelenggaraan Program KKS melibatkan banyak lintas sektor dan lintas program melalui Tatanan dalam KKS. Ada 7 tatanan KKS, yaitu Kawasan Permukiman, Sarana dan Prasarana Umum; Kawasan Sarana Lalu Lintas Tertib dan Pelayanan Transportasi; Kawasan Industri dan Perkantoran Sehat; Kawasan Pariwisata Sehat; Kawasan Pangan dan Gizi; Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri; serta Kehidupan Sosial yang Sehat
Setiap tahun genap, dilakukan verifikasi KKS tingkat provinsi. Sementara penghargaannya diberikan setiap tahun ganjil.
”Penghargaan diberikan atas upaya yang dilakukan daerah selama 2 tahun terakhir di setiap periode pemberian penghargaan dan diberikan dalam rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN),” jelas Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes Imran Agus Nurali. Kriteria penghargaan adalah Padapa kualifikasi pemantapan (2 tatanan); Wiwerda untuk kualifikasi pembinaan (3 tatanan); dan Wistara untuk kualifikasi pengembangan (5 tatanan).
Penghargaan Kabupaten Kota Sehat/Swasti Saba diselenggarakan sejak tahun 2005, mengacu pada Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor 34 tahun 2005 dan Nomor:1138/Menkes/PB/VIII/2005.
Tahun 2005 pemberian penghargaan KKS diberikan oleh Wakil Presiden RI. Selanjutnya Pemberian Penghargaan KKS tahun 2007 hingga 2017 diberikan oleh Menteri kesehatan RI bersama dengan Menteri Dalam Negeri.
Penyelenggaraan Pemberian penghargaan Kabupaten Kota Sehat Tahun 2019
Pada tahun 2019 terdapat 202 Kabupaten Kota yang mengusulkan untuk diverifikasi oleh Kemenkes, baik verifikasi dokumen maupun verifikasi lapangan di tingkat nasional. Dari hasil verifikasi lapangan selanjutnya dirapatkan dengan Kementerian Dalam Negeri. Berdasarkan hasil rapat disepakati bahwa penghargaan diberikan kepada pada 177 Kabupaten Kota dan 6 Tim Pembina Provinsi terbaik serta 3 orang influencer tingkat provinsi yang aktif dalam mengkoordinasikan dan membina seluruh forum kabupaten kota diwilayah provinsinya.
Para penerima penghargaan diberikan sertifikat yang ditandatangani oelh Menteri Kesehatan RI.

29bacfd8-3bb1-4185-9ca8-e10c3ef73705

Demi Terciptanya Kualitas Kesehatan, Dinkes Melaksanakan Bakti Sosial Di Pondok Pesantren Ganra

Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng melaksanakan Kegiatan Bhakti Sosial Persatuan Terapis Gigi dan Muluk Indonesia Cabang Soppeng 2019 di Pondok Pesantren Islam Ganra desa Ganra Kecamatan Ganra Kabupaten Soppeng, Kamis 07 Nopember 2019.

Tema : “GIGI DAN MULUT SEHAT UNTUK HIDUP YANG LEBIH BERKUALITAS MENUJU SOPPENG LEBIH BAIK”

Ketua panitia Hasnawati, SST Dalam laporannya menyampaikan bahwa Maksud Kegiatan bakti sosial ini sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan kepedulian Terapis Gigi dan Mulut terhadap kesehatan gigi dan mulut sejak Usia Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Adapun Tujuan dilaksanakan sebagaimana uraian yang telah disebutkan di atas yaitu :

-Menambah pengetahuan siswa dan siswi tentang Kesehatan Gigi dan Mulut melalui kegiatan Penyuluhan Gigi dan Mulut.

-Meningkatkan kemauan, kesadaran serta kepedulian Siswa dan Siswi terhadap Kesehatan Gigi dan Mulutnya.

-Menjalin hubungan baik antara Petugas Dinas Kesehatan, Petugas kesehatan di wilayah Puskesmas Ganra dengan Terapis Gigi dan Mulut (PTGMI) Kabupaten Soppeng

1.Kegiatan ini berbentuk:

2.Penyuluhan Gigi dan Mulut,

3.Pemeriksaan Gigi dan Mulut

4.Pelayanan Rujukan Gigi dan 5.Konseling Gigi dan Mulut. 5.Senam

6.Pemeriksaan (Penyakit Tidak Menular) PTM

Ketua yayasan Drs. H. ABD. RAHMAN K. Dalam sambutannya menyampaikan banyak terima kasih ada kegiatan yang positif apalagi berkaitan dengan kesehatan Dan saya sangat bersyukur atas kegiatan ini yang memberikan banyak manfaat dan Semoga allah memberikan kebaikan kepada kegiatan ini.

Sallang, SKM, M. Kes saat memberikan sambutan menyampaikan beberapa hal sebagai berikut Sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kami sangat berharap seluruh pengurus ganra bisa memberikan pandangan pandangan atau usulan yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan. Apabila ada keluhan dari pondok pesantren kami siap tampung, dan dicarikan solusi yang berkaitan dengan kegiatan kesehatan. Kalau ada yang dibutuhkan dari Dinas kami misalnya tenaga kesehatan silahkan dikonsultasikan. Sering kita dengarkan kalau diasrama asrama pria di luar daerah sering terjadi gatal gatal dan penyakit kulit lainnya yang bisa menimbulkan masalah baru. Selain itu wc harus juga diperhatikan baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Bupati Soppeng sudah mengajak seluruh pengurus pesantren untuk memberikan masukan terkait pengembangan pesantren di kabupaten Soppeng. Kalau ada proposal terkait pesatren yang dimasukkan akan kami tindaklanjut secepatnya. Semoga kedepan kegiatan seperti ini lebih ditingkatkan sehingga lebih banyak manfaatnya pada masyarakat.

Kita berupaya bagaimana kualitas kesehatan masyarakat bisa dipertahankan demi mewujudkan masyarakat soppeng yang lebih baik. Minimal sekali 6 bulan Tolong cek kesehatan kita seperti cek tekanan darah, cek asam urat, cek kolesterol dan cek kadar gula. Pelayanan kesehatan sekarang gratis dimanapun dan kapanpun silahkan hubungi kami, kalau darurat silahkan hubungi PSC segera akan dijemput, Perbanyak makan sayur dan buah buahan.

Kita sekarang menggalakkan program supaya anak kita tidak stunting dengan memberikan makanan dan minuman yang bergizi. Secepatnya akan kami poskestren (pos kesehatan pesantren) di setiap pesantren di kabupaten Soppeng.

Kepala puskesmas ganra mahmud daming, SKM merespon pengembangan poskestren yang bertujuan sebagai pusat layanan kesehatan terpadu di setiap pesantren. Kami dari puskesmas ganra sudah akan merealisasi poskestren ini dalam waktu dekat ini.

“Khusus tahun ini akan dibuat di Pergis Ganra sedangkan pesatren sirathal mustaqim Lompulle menyusul”

Turut hadir tokoh agama dan masyarakat
Sumber: soppengkab.go.id

4cd40e46-ecd0-4a67-aaed-a69d4b1d3c77-1

Kab.Soppeng Meraih Penghargaan STBM Pada Hari Kesehatan Sedunia 2019

Bupati Soppeng H.A.Kaswadi Razak SE menghadiri Seminar dan pemberian penghargaan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) berkelanjutan kepada Kabupaten/Kota pada hari kesehatan lingkungan sedunia 2019 dengan tema “Tantangan Perubahan Iklim, Saatnya Kesehatan Lingkungan Bergerak Secara Global” di Auditorium Siwabessy, Gedung Sujudi, Kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 2 Oktober 2019.

Sebagai bentuk apresiasi, Menteri Kesahatan masyarakat Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K) menyerahkan penghargaan STBM Berkelanjutan kepada kabupaten/kota dan provinsi tersebut.

“Saya ucapkan selamat pada daerah yang menerima penghargaan yang bebas dari buang air besar sembarangan” ucapnya.

Dari seluruh peraih penghargaan yang hari ini Salah satunya dari propinsi Sulawesi Selatan diantaranya dua kota yaitu pare pare dan kota Palopo, dan tiga kabupaten yakni Kab. Soppeng

Pinrang, dan bantaeng. Dari Kabupaten Soppeng diraih oleh Nasrina dari puskesmas cangadi untuk Penghargaan STBM Award atas program Gerakan sobat dan Sanitarian terbaik.

Menteri kesehatan Rupublik Indonesia mengajak masyarakat melaksanakan Aktifitas fisik seperti naik sepeda dan makanan makanan sehat. Menkes berharap masyarakat Indonesia selalu menjaga kebersihan lingkungan diantaranya adalah jangan membuang sampah plastik ke sungai.

“masyarakat indonesia merupakan penyumbang sampah plastik di dunia” jelasnya.

“mari kita hidup sehat dengan prilaku hidup sehat mulai dari diri sendiri”ajaknya

Bupati Soppeng menyampaikan apresiasi atas penghargaan ini, terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerjasama dan bersinergi sehingga soppeng bisa meraih penghargaan ini.

“semoga ini bisa menjadi teladan bagi petugas sanitasi lainnya untuk berpacu dalam meningkatkan kesehatan di daerah soppeng”harapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sallang, M. Kes mengucapkan

Sangat bersyukur atas penerimaan penghargaan stbm berkelanjutan ini terutama pada bapak bupati soppeng atas komitmen beliau didalam mendukung pembangunan disegala sektor termasuk sanitasi.

” ini merupakan hadiah untuk bupati dan seluruh masyarakat Kabupaten Soppeng ” tuturnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh dirjen kesehatan masyarakat, para walikota dan Bupati, dan ratusan undangan lainnya.

faa86765-05cc-4090-9156-71170e3880c4

Pemda Berharap UKS Dapat Memberikan Akses Pelayanan Kesehatan Yang Bersifat Promotif dan Preventif

Asisten Ekonomi dan pembangunan sekretariat daerah kabupaten Soppeng Firman, SP, MM membuka acara Sosialisasi Penyelenggaraan Usaha Kesehatan Sekolah / Madrasah (UKS/M) di ruang Pola kantor Bupati Soppeng Jalan Salotungo Watansoppeng Rabu, 18 September 2019

Ketua Panitia A.Mugniwangsa, S.STP dalam laporan mengatakan bahwa tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman para Stakeholdef yang terkait peran serta dalam pelaksanaan UKS/M serta meningkatkan akselerasi penyelenggaraan UKS/M di kabupaten Soppeng. Selain itu, lanjut A.Mugni kegiatan ini dilaksankan untuk mewujudkan visi misi pemerintah Kabupaten Soppeng untuk mewujudkan Kabupaten Soppeng yang lebih baik khususnya pada sektor Pendidikan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia.

Firman saat membacakan sambutan Bupati Soppeng menyampaikan Atas nama Pemerintah Daerah saya menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Bagian Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Kab.Soppeng atas pelaksanaan kegiatan ini, sebagai wujud untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh, dan berkembang secara harmonis dan setinggi – tingginya menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan wahana atau kendaraan yang dapat ditumpangi oleh berbagai program seperti Kesehatan Reproduksi,Gizi, Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA, Pengendalian Penyakit, Penyehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Pengobatan sederhana. Wahana ini menjadi penting dan strategis, karena pelaksanaan program melalui UKS tentu akan lebih efektif dan efisien dari beberapa penelitian diketahui bahwa sebagian anak sekolah mengalami masalah kesehatan yang pada umumnya terkait dengan masalah perilaku hidup bersih dan sehat, perilaku beresiko, serta masalah gizi. Oleh karena itu, peserta didik merupakan sasaran yang strategis untuk pelaksanaan program kesehatan UKS, karena selain jumlahnya yang besar, mereka juga merupakan sasaran yang mudah dijangkau karena teroganisir dengan baik, dengan Sifat keingintahuan yang tinggi dan kecenderungan untuk mencoba – coba, menyebabkan mereka mudah dimotivasi dan cepat menerima dan mengadopsi hal-hal baru termasuk pesan pesan kesehatan. Selain itu mereka juga memiliki kemampuan untuk bertindak sebagai agen agent of change (pengubah) dilingkungannya masing-masing.

Berbagai terobosan harus dilakukan untuk menggali dan memanfaatkan sumber daya secara optimal yang difokuskan pada pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah yang efektif, karena hampir bisa dipastikan bahwa semua upaya kesehatan, akan lebih cepat berhasil kalau dikembangkan di sekolah dan madrasah serta akan berdaya ungkit besar karena selain diadopsi oleh peserta didik sendiri, juga akan disebarluaskan dimasyarakat sekitar khususnya dilingkungan keluarga peserta didik dan masyarakat sekitar, saya berharap kepada para peserta Sosialisasi agar mengikuti secara seksama dan sungguh-sungguh sosialisasi ini, sehingga pada gilirannya dapat mengembangkan akselerasi pembinaan dan pengembangan UKS melalui kegiatan penguatan pelaksanaan UKS di sekolah dan madrasah. Diharapkan UKS dapat melibatkan semua pihak yang ada di sekolah terkait dengan masalah kesehatan, menciptakan lingkungan yang sehat dan aman, dapat memberikan pendidikan kesehatan bagi anak, dan dapat memberikan akses pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif bagi anak.

Turut hadir dalam kegiatan ini Para Camat se Kab. Soppeng, Kepala KUA se Kab. Soppeng, Para Kepala Desa/Lurah se Kab. Soppeng, Kepala UPT Dinas Pendidikan se Kab. Soppeng, Para Kepala TK, Sekolah dan Madrasah yang sempat hadir, Para Pengelola Program UKS/M Puskesmas se Kab. Soppeng

Sumber : soppengkab.go.id

791355ac-0463-4d9a-818a-9a028721d1aa

Tim Verifikator STBM Mengapresiasi Capaian Program Kesehatan Kab.Soppeng

Bupati Soppeng H.A.Kaswadi Razak, SE menerima Tim verifikator STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) award di ruang pimpinan kantor bupati Soppeng Jalan Salotungo Watansoppeng, Jumat 30 Agustus 2019.

Bupati Soppeng saat menerima Tim Verikator STBM menyampaikan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ini memiliki nilai yang sangat penting, mengingat pemenuhan akses sanitasi dasar berdampak langsung terhadap aspek kesehatan masyarakat dalam rangka memperingati HUT RI ke 74 pada tanggal 17 Agustus 2017 kita deklarasikan semangat perjuangan mengisi kemerdekaan dengan hal yang bernilai positif, selain itu kita berjuang membebaskan masyarakat dari persoalan dan masalah kesehatan kita berjuang bagaimana masyarakat bisa sehat, salah satu program yang telah dilaksanakan dengan sukses yaitu program SOBAT (gerakan Soppeng Bebas ancaman Tinja) yang menyasar 6.018 KK di kabupaten Soppeng. Sobat bisa terlaksana hanya sekitar 5 bulan dan dilakukan control secara menyeluruh ke pelosok siapa tahu ada yang belum tersentuh dalam program ini, sehingga dilakukan pemetaan pemetaan di daerah daerah yang potensial.

Kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat umum untuk berprilaku hidup sehat sehingga kita bisa sukses karena kerja sama yang maksimal dengan seluruh pihak dan komponen masyarakat yang sadar akan kesehatan dan Alhamdulillah perilaku masyarakat kita yang dulunya terbiasa dengan buang tinja di pinggir sungai banyak berubah dan sudah membuat sendiri WC yang baik, sehingga berdampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Kami berharap Tim STBM ini bisa memberikan arahan atau masukan yang baik untuk kesempurnaan pelaksanaan program ini, karena kami sadari apa yang telah kami lakukan belum sempurna dan hanya semata mata untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat.

Ketua Tim Verifikasi STBM Award Heri Ferdian menyampaikan Apresiasi yang luar biasa terhadap keberhasilan program program kesehatan di kabupaten Soppeng.

“Daerah lain baru mulai melaksanakan programnya, Soppeng sudah berhasil melaksanakan kegiatannya” ungkap Heri.

“kehadiran kami di sini dari Tim Verifikasi STBM adalah untuk belajar dan sharing karena Soppeng mendapat nilai verifikasi Kemenkes dengan rekomendasi yang baik karena sudah mencapai 100% dari program ini” Tuturnya.

Dian menuturkan bahwa apa yang kami dapatkan di kabupaten Soppeng ini akan jadi pembelajaran buat kami karena apa faktor kesuksesan yang menjadi alasan yang menjadi apa yang membuat kabupaten Soppeng ini lebih cepat dalam mencapai akses sanitasi di kabupaten Soppeng dan ini jadi akan jadi pembelajaran yang baik bagi kami untuk bisa ditularkan/direplikasi di kabupaten lain.

“Penghargaan (Award) bukan tujuan utama kita tapi tujuan kita utama dalam memberikan pelayanan yang terbaik supaya masyarakat ini hanya satu hal yang bisa kita raih dari apa yang sudah dilakukan tapi yang paling penting adalah bagaimana kita sebagai pelaku STBM bisa memberikan terbaik untuk masyarakat yang terkait program sanitasi” Harapnya.

Turut hadir Sekda Soppeng, para kepala dinas terkait bersama ajarannya